
Setiap orang punya cara berbeda untuk mengungkap sesuatu, termasuk emosi tidak suka, marah, benci, sedih, senang, sayang, cinta. Siapa yang tidak pernah marah, semua orang pasti pernah meluapkan emosi yang satu ini. Marah yang dipendam maupun diluapkan sama-sama meninggalkan jejaknya pada tubuh kita.
Masalahnya adalah Gie,kenapa Gie tidak bisa marah, padahal sudah banyak yang bisa memicu marah. Sabarnya Gie terlalu besar, "hal itu tidak terlalu baik, kamu sesekali harus meluapkan emosi dengan marah" gitu katanya.
Hmmm... setelah dipikir itu memang benar, Gie terlalu baik. Dengan tidak marah mungkin mereka menganggap Gie menerima apa saja yang mereka lakukan. Gie harus mulai belajar buat tegas, buat menyikapi rasa marah. Bukan dengan terus bersabar menghadapi masalah yang ada, tetapi terkadang harus marah.
Marah yang harus Gie pelajari adalah marah yang bermanfaat, dimana marah harus tepat dan dikelola dengan baik.
Langkah pertama adalah menyadari ketika kita merasa marah. Langkah kedua adalah proses memahami dan menerima bahwa ada sesuatu yang membuatnya marah. Langkah yang ketiga adalah mengelola atau mengekspresikan amarah dengan tepat.
Pada intinya jangan terjebak pada kemarahan yang malah merusak hari dan diri kita, tapi manfaatkan kemarahan yang dirasakan dengan cara yang tepat.
Sumber:
Marah yang Bermanfaat
Gambar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar